![]() |
| Merasa paling tinggi bisa bikin jatuh paling dalam. |
KHUTBAH PERTAMA
اَŲْØَŲ ْدُ ŲِŲَّŲِ Øąَبِّ اŲْØšَاŲَŲ ِŲْŲَ، ŲَØ§ŲØĩَّŲَا؊ُ ŲَØ§ŲØŗَّŲَØ§Ų ُ ØšَŲَŲ ØąَØŗُŲْŲِ اŲŲَّŲِ، ŲَØšَŲَŲ ØĸŲِŲِ ŲَØĩَØْبِŲِ ØŖَØŦْŲ َØšِŲْŲَ، ØŖَŲ َّا بَØšْدُ:
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Marilah kita senantiasa berupaya menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketahuilah, sebaik-baik bekal kita dalam hidup ini adalah takwa.
Di antara perintah Allah yang sangat penting adalah menjaga akhlak yang mulia. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Islam bukan hanya mengatur ibadah mahdhah seperti shalat dan puasa, tetapi juga mengajarkan bagaimana kita bersikap kepada sesama manusia. Akhlak yang baik adalah cermin keimanan yang benar.
Namun sebaliknya, ada akhlak buruk yang sangat berbahaya, salah satunya adalah sifat sombong. Sombong adalah penyakit hati yang membuat seseorang merasa lebih baik dari orang lain, memandang rendah sesama, dan menolak kebenaran.
Allah Ta’ala mengingatkan kita dalam Surah Luqman ayat 18:
"Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong), dan janganlah kamu berjalan di bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri."
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
"Maukah kalian kuberitahu tentang penghuni neraka? Mereka adalah orang-orang yang keras hati, kasar, tamak, dan sombong." (HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah yang berbahagia,
Kesombongan adalah dosa pertama yang terjadi di alam semesta, ketika Iblis menolak perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam 'alaihissalam. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
"Apa yang menghalangimu untuk bersujud ketika Aku perintahkan kepadamu?" Iblis menjawab: "Aku lebih baik darinya, Engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia dari tanah." (QS. Al-A'raf: 12)
Karena itu, janganlah kita meremehkan orang lain karena harta, jabatan, ilmu, atau penampilan. Semua yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah. Bila Allah berkehendak, semuanya bisa hilang dalam sekejap.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walau sebesar biji zarrah." (HR. Muslim)
Ketika sahabat bertanya apakah seseorang yang senang memakai pakaian dan sandal yang bagus termasuk sombong, Rasulullah menjawab:
"Sesungguhnya Allah itu Indah dan menyukai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim)
Ada dua bentuk kesombongan:
Pertama: sombong terhadap kebenaran, yaitu menolak perintah Allah dan Rasul-Nya. Seorang mukmin sejati akan tunduk menerima kebenaran, walaupun itu bertentangan dengan hawa nafsunya. Allah berfirman: "Berikan kabar gembira kepada hamba-hamba-Ku yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik darinya." (QS. Az-Zumar: 18)
Yang kedua adalah sombong terhadap sesama manusia, yaitu merasa lebih baik dari orang lain karena kelebihan duniawi.
Obatnya adalah sifat tawadhu’ (rendah hati).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan meninggikan derajatnya." (HR. Muslim)
Tawadhu’ adalah menerima kebenaran dengan lapang dada dan memperlakukan manusia dengan hormat tanpa memandang rendah mereka.
Semoga Allah membersihkan hati kita dari kesombongan, dan menghiasi diri kita dengan akhlak yang mulia. Aamiin.
ØŖŲŲŲ ŲŲŲŲ ŲØ°Ø§ ŲØŖØŗØĒØēŲØą Ø§ŲŲŲ ŲŲ ŲŲŲŲ ŲŲØŗØ§ØĻØą اŲŲ ØŗŲŲ ŲŲ ŲØ§ŲŲ ØŗŲŲ Ø§ØĒ، ŲØ§ØŗØĒØēŲØąŲŲ ØĨŲŲ ŲŲ Ø§ŲØēŲŲØą Ø§ŲØąØŲŲ .
KHUTBAH KEDUA
Ø§ŲØŲ Ø¯ ŲŲŲ ØŲ دا ŲØĢبਧ ØˇŲØ¨Ø§ Ų Ø¨Ø§ØąŲØ§ ŲŲŲ، ŲŲ Ø§ ŲØØ¨ ØąØ¨ŲØ§ ŲŲØąØļŲ. ØŖØ´ŲØ¯ ØŖŲ ŲØ§ ØĨŲŲ ØĨŲØ§ اŲŲŲ ŲØØ¯Ų ŲØ§ Ø´ØąŲŲ ŲŲ، ŲØŖØ´Ųد ØŖŲ Ų ØŲ دا ØšØ¨Ø¯Ų ŲØąØŗŲŲŲ. اŲŲŲŲ ØĩŲ ŲØŗŲŲ ŲØ¨Ø§ØąŲ ØšŲŲ ŲØ¨ŲŲØ§ Ų ØŲ د ŲØšŲŲ ØĸŲŲ ŲØŖØĩØØ§Ø¨Ų ØŖØŦŲ ØšŲŲ.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita terus memperbaiki hati dan akhlak kita. Jangan biarkan sifat sombong bercokol di dalam diri kita. Mari kita belajar menjadi orang yang rendah hati, menerima kebenaran, dan menghormati sesama.
Ingatlah, dunia ini hanya tempat singgah sementara. Harta, jabatan, dan segala kemuliaan dunia akan sirna. Yang kekal adalah amal shaleh dan akhlak yang baik.
Di penghujung khutbah ini, marilah kita berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala:
اŲŲŲŲ Ø§ØēŲØą ŲŲØ§ ذŲŲØ¨Ųا، ŲŲŲّØą ØšŲØ§ ØŗŲØĻØ§ØĒŲØ§، ŲØĒŲŲّŲØ§ Ų Øš Ø§ŲØŖØ¨ØąØ§Øą. اŲŲŲŲ ØˇŲّØą ŲŲŲØ¨Ųا Ų Ų Ø§ŲŲŲØ§Ų، ŲØŖØšŲ اŲŲØ§ Ų Ų Ø§ŲØąŲØ§ØĄ، ŲØŖŲØŗŲØĒŲØ§ Ų Ų Ø§ŲŲØ°Ø¨، ŲØŖØšŲŲŲØ§ Ų Ų Ø§ŲØŽŲØ§ŲØŠ. اŲŲŲŲ ØĨŲØ§ ŲØšŲذ Ø¨Ų Ų Ų Ø§ŲŲØ¨Øą ŲØ§ŲØēØąŲØą ŲØ§ŲØšØŦب، ŲŲØŗØŖŲŲ Ø§ŲØĒŲØ§ØļØš ŲØ§ŲØŽØ´ŲØš ŲØØŗŲ Ø§ŲØŽŲŲ. اŲŲŲŲ ØŖØĩŲØ ŲŲŲØ¨Ųا، ŲØ˛Ųّ ŲŲŲØŗŲا، ŲØ§ØŦØšŲŲØ§ Ų Ų ØšØ¨Ø§Ø¯Ų Ø§ŲØĩØ§ŲØŲŲ.
Ya Allah, jauhkan kami dari sifat sombong, iri hati, dan angkuh. Hiasilah hati kami dengan sifat tawadhu’, jujur, dan sabar. Kabulkan doa-doa kami, ya Allah, ya Rabbal ‘alamin.
ؚباد اŲŲŲ، ØĨŲ Ø§ŲŲŲ ŲØŖŲ Øą Ø¨Ø§ŲØšØ¯Ų ŲØ§ŲØĨØØŗØ§Ų ŲØĨŲØĒØ§ØĄ Ø°Ų Ø§ŲŲØąØ¨Ų ŲŲŲŲŲ ØšŲ Ø§ŲŲØØ´Ø§ØĄ ŲØ§ŲŲ ŲŲØą ŲØ§ŲبØēŲ، ŲØšØ¸ŲŲ ŲØšŲŲŲ ØĒØ°ŲØąŲŲ. ŲØ§Ø°ŲØąŲØ§ اŲŲŲ Ø§ŲØšØ¸ŲŲ Ø§ŲØŦŲŲŲ ŲØ°ŲØąŲŲ ، ŲØ§Ø´ŲØąŲŲ ØšŲŲ ŲØšŲ Ų ŲØ˛Ø¯ŲŲ ، ŲŲØ°ŲØą اŲŲŲ ØŖŲØ¨Øą، ŲØ§ŲŲŲ ŲØšŲŲ Ų Ø§ ØĒØĩŲØšŲŲ.
