Khutbah Jum'at: 3 Pokok Segala Dosa - Kibr, Hirsh, Hasad

Ilustrasi islami khutbah Jumat tentang tiga pokok segala dosa yaitu kibr, hirsh, dan hasad, digambarkan dengan simbol hati dan peringatan muhasabah.
Banyak dosa bermula dari tiga akar utama: kesombongan, kerakusan, dan kedengkian



Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.


اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ


<< يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ >>


<< يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَتَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً >>


<< يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا >>


أَمَّا بَعْدُ        :      Amma ba’du


Sesungguhnya di antara bukti keagungan agama Islam ini adalah bahwa Islam ini telah menjelaskan penyakit-penyakit hati dan menjelaskan juga penyebabnya, kemudian memberikan obatnya.


Dan di antara penyakit hati yang paling berbahaya adalah 3 penyakit hati yang merupakan pokok dari semua dosa dan maksiat. 


Ulama besar, Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah dalam kitab Al-Fawaid halaman 58 berkata:


أصُول الْخَطَايَا كلهَا ثَلَاثَة:

 - الْكِبْرُ وَهُوَ الَّذِي أَصَارَ إِبْلِيسَ إِلَى مَا أَصَارَهُ،

- وَالْحِرْصُ وَهُوَ الَّذِي أَخْرَجَ آدَمَ مِنَ الْجَنَّةِ،

- وَالْحَسَدُ وَهُوَ الَّذِي جَرَّأَ أَحَدَ ابْنَيْ آدَمَ عَلَى أَخِيهِ.


 فَمَنْ وُقِيَ شَرَّ هَذِهِ الثَّلَاثَةِ فَقَدْ وُقِيَ الشَّرَّ كُلَّهُ. 

- فَالْكُفْرُ مِنَ الْكِبْرِ، 

- وَالْمَعَاصِي مِنَ الْحِرْصِ،

-  وَالْبَغْيُ وَالظُّلْمُ مِنَ الْحَسَدِ


Pokok dan Asal dari semua dosa ada 3: 


(1) Sombong (Al-Kibr),  

yang menjadikan Iblis berada pada keadaannya yang sekarang, 


(2) Rakus kepada dunia (Al-Hirsh), 

yang mengeluarkan Adam dari surga, 


(3) Iri hati dan dengki (Al-Hasad), 

yang mendorong salah seorang dari dua putra Adam membunuh saudaranya. 


Barangsiapa yang dijaga oleh Allah dari keburukan 3 perkara ini, maka sungguh ia telah dijaga dari seluruh keburukan. 


Kekafiran timbul dari kesombongan, 

kemaksiatan muncul dari rakus kepada dunia, dan

kezaliman serta permusuhan muncul dari iri dan dengki."


Maka perhatikanlah Jama'ah sekalian–semoga Allah merahmati saya dan kita semua– bagaimana beliau menjadikan penyakit-penyakit ini sebagai pokok dari segala keburukan.


Pertama: Penyakit sombong dan membanggakan diri (Al-Kibr). Penyakit inilah yang menimpa Iblis ketika diperintahkan untuk sujud kepada Adam, tetapi ia menolak dan menyombongkan diri. 


Allah Ta’ala berfirman: 


{وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ﴾


Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam!’ Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir." (QS. Al-Baqarah: 34). 


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga memperingatkan dari penyakit yang berbahaya ini:


"لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ"


 "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan seberat biji sawi." (HR. Muslim). 


Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia, yaitu menolak kebenaran dan merendahkan makhluk.


Kedua: Penyakit rakus terhadap dunia (Al-Hirsh). Yaitu sangat serakah dan tamak terhadap apa yang dilarang oleh Allah, serta sibuk dengan perhiasan dunia hingga melalaikan akhiratnya. Inilah yang menggoda Nabi Adam ‘alaihissalam untuk memakan pohon yang dilarang untuk didekati. Saat itu beliau berada di surga dengan kenikmatan yang tidak terkira, tetapi sifat rakus untuk hidup abadi dan berkuasa menjadi sebab keluarnya beliau dari surga. 


Allah Ta’ala berfirman: 


فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ وَعَصَى آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَى


"Lalu keduanya memakan (buah) pohon itu, maka terbukalah aurat keduanya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga. Dan Adam telah mendurhakai Tuhannya dan sesat." (QS. Thaha: 121). 


Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


"لَوْ كَانَ لِابْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لَابْتَغَى ثَالِثًا، وَلَا يَمْلَأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ"


 "Seandainya anak Adam memiliki dua lembah harta, niscaya ia akan mencari yang ketiganya. Tidak ada yang dapat memenuhi rongga perut anak Adam kecuali tanah (yakni sampai ia mati dan menjadi tanah). Dan Allah menerima taubat orang yang bertaubat." (Muttafaqun ‘alaih).


Ketiga: Penyakit iri dan dengki (Al-Hasad). Yaitu mengharapkan hilangnya nikmat dari saudaramu sesama Muslim. Inilah sebab yang mendorong Qabil untuk membunuh saudaranya, Habil. Ia dengki kepada Habil karena Allah menerima amalnya dan menganugerahinya ketakwaan. 


Allah Ta’ala berfirman: 


﴿وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ﴾


"Dan ceritakanlah (Muhammad) kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia (Qabil) berkata, ‘Aku pasti membunuhmu!’... (Habil) berkata, ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa’."(QS. Al-Ma'idah: 27). 


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


"إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ، فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ"


"Hati-hatilah kalian dari hasad (dengki), karena sesungguhnya hasad itu memakan (menghapus) kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar." (HR. Abu Daud, dishahihkan oleh Al-Albani).


Wahai kaum Muslimin! Inilah penyakit-penyakit mematikan yang merusak hati dan menghancurkan amal. 

Kesombongan mengantarkan pada kekafiran, kerakusan mengantarkan pada kemaksiatan, dan hasad (dengki) mengantarkan pada kezaliman, permusuhan, dan melampaui batas.


بارك الله لي ولكم فى القران و السنة ونفعني وإياكم بما فيهما من الايات والحكمة و أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ



Khutbah Kedua


الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إحسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.


اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.


أَمَّا بَعْدُ: 


Jalan keselamatan dari tiga pokok (dosa) ini adalah dengan berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan memohon perlindungan-Nya darinya. Dan hendak nya kita mengetahui obatnya, yaitu:


- Obat kesombongan adalah dengan rendah hati (tawadhu’) kepada Allah dan kepada makhluk-Nya, serta mengingat asal penciptaan dan tempat kembali kita.


- Obat kerakusan adalah dengan takwa dan merasa cukup (qana'ah), serta mengingat bahwa dunia itu fana dan akhiratlah tempat yang kekal.


- Obat hasad (dengki) adalah dengan mendoakan kebaikan untuk orang lain, menyadari bahwa rezeki telah dibagi, dan melatih jiwa untuk mencintai kebaikan bagi orang lain sebagaimana ia mencintainya untuk dirinya sendiri.


Akhirnya di akhir khutbah jumat ini, kita berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,


إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا


 الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَعَلَى خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِمْ وَطَرِيْقَتِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اللهم اغفِر للمُسلمين والمُسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات، اللهم ألِّف بين قلوبِ المُسلمين ووحِّد صُفوفَهم، واجمع كلمتَهم على الحقِّ يا رب العالمين


اللهم احفَظ المُسلمين في كل مكان، اللهم احفَظ المُسلمين في بلاد فلسطين، وانصُرهم على عدوِّهم وعدوِّك يا رب العالمين


اللهم إنا نسألُك الجنةَ وما قرَّبَ إليها من قولٍ وعملٍ، ونعوذُ بك من النار وما قرَّب إليها من قولٍ وعملٍ


اللهم إنا نسألُك الهُدى والتُّقَى والعفافَ والغِنى


اللهم أصلِح لنا دينَنا الذي هو عصمةُ أمرنا، وأصلِح لنا دُنيانا التي فيها معاشُنا، وأصلِح لنا آخرتَنا التي إليها معادُنا، واجعل الحياةَ زيادةً لنا في كل خيرٍ، والموتَ راحةً لنا من كل شرٍّ يا رب العالمين


اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ النِّفَاقِ، وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ، وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ، وَأَعْيُنَنَا مِنَ الْخِيَانَةِ، إِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْكِبْرِ وَالْحِرْصِ وَالْحَسَدِ.


اللهم اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار 


سبحان ربك رب العزة عما يصفون 

وسلام على المرسلين 

واخر دعوانا ان الحمد لله رب العالمين

Posting Komentar