| ilustrasi gambar artikel Nabi Idris alaihissalam, sosok jenius yang diangkat ke langit. |
Hai, Sobat! Kali ini kita mau bahas salah satu Nabi yang mungkin namanya agak kurang familiar dibanding Nabi Ibrahim atau Musa, tapi kisahnya nggak kalah epic. Dia adalah Nabi Idris ‘alaihissalam. Kalau dianalogikan, beliau ini kayak hidden gem atau bintang yang cahayanya terang banget, tapi sering kelewat.
Allah Ta'ala aja sampai khusus menyebut namanya dalam Al-Qur'an dan kasih pujian spesial. Coba deh kita liat ayatnya.
Siapa Sih Nabi Idris Ini Sebenarnya?
Allah berfirman:
وَٱذۡكُرۡ فِي ٱلۡكِتَٰبِ إِدۡرِيسَۚ إِنَّهُۥ كَانَ صِدِّيقٗا نَّبِيّٗا . وَرَفَعۡنَٰهُ مَكَانًا عَلِيًّا
"Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab (Al-Qur'an). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang Nabi, dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi." (QS. Maryam: 56-57)
Dari ayat ini aja, kita udah dapet spoiler tentang kehebatan Nabi Idris:
1. Shiddiq (Super Jujur dan Cinta Kebenaran): Gelar "Shiddiq" ini levelnya tinggi banget. Cuma orang-orang pilihan kayak Abu Bakar ash-Shiddiq dan beberapa Nabi aja yang dapet gelar ini. Artinya, perkataan, perbuatan, dan keyakinannya nggak ada celanya, on point selalu sama wahyu.
2. Nabi: Sudah pasti, beliau adalah seorang Nabi yang mendapat wahyu dari Allah.
3. Diangkat ke Martabat yang Tinggi: Nah, ini nih yang bikin penasaran. Diangkat gimana? Ke mana? Kita bahas nanti, ya!
Profil Singkat Sang Legend
· Nama Lain: Khanukh (dalam beberapa riwayat).
· Silsilah: Menurut banyak ulama ahli nasab, beliau adalah buyut-nya Nabi Muhammad ﷺ. Keren kan? Garis keturunannya suci.
· Era: Beliau hidup setelah Nabi Adam dan Nabi Syits ‘alaihimassalam. Bayangin aja, beliau sempat ketemu dan belajar langsung dari Nabi Adam selama 308 tahun! Ibaratnya, beliau adalah murid langsung dari sang manusia pertama.
Prestasi dan Warisan Nabi Idris yang Nggak Bisa Disepelekan
Nabi Idris bukan cuma ahli ibadah. Beliau adalah simbol bahwa seorang Muslim harus cerdas dan berkontribusi untuk peradaban. Ibnu Ishaq, seorang sejarawan terkemuka, menyebutkan bahwa Nabi Idris adalah orang pertama yang menulis dengan pena. Coba bayangkan!
Sebelum ada tulisan, ilmu disampaikan dari mulut ke mulut, rentang banget hilang atau berubah. Dengan adanya tulisan, ilmu bisa diabadikan. Jadi, bisa dibilang Nabi Idris adalah Bapak Literasi umat manusia. Beliau nggak cima nerima wahyu, tapi juga aktif ngembangin ilmu pengetahuan buat kemaslahatan umatnya.
· Ahli Ilmu Falak (Astronomi): Beliau memahami pergerakan bintang dan benda langit.
· Ahli Menjahit: Konon, beliau adalah orang pertama yang menjahit pakaian, sedangkan sebelumnya manusia cuma pakai kulit binatang. Fashion icon jaman baheula, nih!
· Pandai Berhitung dan Menguasai Ilmu Medis: Konsep-konsep matematika dan pengobatan awal juga dikembangin di era beliau.
Intinya, Nabi Idris mengajarkan kita bahwa nggak ada dikotomi antara ilmu agama dan ilmu dunia. Semuanya bisa disinergikan untuk ibadah dan kemajuan umat. Nggak heran kan Allah angkat derajatnya?
Misteri "Diangkat ke Martabat yang Tinggi": Fakta atau Fiksi?
Nah, ini nih bagian yang paling sering bikin orang penasaran. Apa benar Nabi Idris diangkat ke langit secara fisik dan bertemu Malaikat Maut di sana?
Sebelum kita bahas lebih dalam, kita harus pegang prinsip utama: Kita imani apa yang dikabarkan oleh Al-Qur'an dan hadits yang SHAHIH. Di luar itu, kita terima sebagai kisah selama nggak bertentangan dengan akidah, tapi dengan catatan bahwa itu bukan keyakinan.
Kisah Populer yang Beredar
Kisah yang masyhur, seperti yang disebutkan dalam pertanyaan, berasal dari riwayat yang diceritakan oleh Ka'ab al-Ahbar (seorang mantan rabbi Yahudi yang masuk Islam) kepada Ibnu Abbas. Ringkasnya:
1. Idris rajin banget ibadah sampai Allah wahyukan bahwa amalnya setiap hari setara dengan amal seluruh keturunan Adam.
2. Idris minta tolong sama malaikat sahabatnya buat nemuin Malaikat Maut buat nunda ajalnya, biar bisa nambah amal.
3. Malaikat itu bawa Idris terbang ke langit.
4. Di langit keempat, mereka ketemu Malaikat Maut yang lagi mau turun ke bumi.
5. Si malaikat sahabat nawarin ke Malaikat Maut buat nunda ajal Idris.
6. Eh, Malaikat Maut malah kaget. "Aku diperintah untuk mencabut nyawa Idris di langit keempat. Aku heran, katanya dia di bumi?"
7. Akhirnya, Malaikat Maut mencabut nyawa Idris di langit.
Wow, dramatis banget kan ceritanya? Tapi, kita harus kritis nih, Sobat.
Analisis Validitas Kisah Tersebut
Imam Ibnu Katsir, dalam kitab monumental beliau "Al-Bidayah wan Nihayah", ketika menceritakan kisah ini, beliau langsung memberikan komentar yang sangat penting.
Beliau (Imam Ibnu Katsir) berkata:
هذا إسرائيلي ، وقد أغرب فيه ، وفي بعضه نكارة
"Ini adalah (riwayat) Israiliyyat (dari sumber Bani Israil), dan ia telah menyampaikan yang aneh-aneh, dan pada sebagiannya terdapat kemunkaran." (Al-Bidayah wan Nihayah, 1/255)
Apa sih maksudnya?
1. Israiliyyat: Artinya, sumber cerita ini berasal dari tradisi Yahudi dan Nasrani yang masuk ke dalam literatur Islam melalui para mantan pendeta atau rabbi yang masuk Islam, seperti Ka'ab al-Ahbar. Kita diperbolehkan mengambil kisah dari mereka HANYA jika:
· Tidak bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah.
· Kita tidak boleh membenarkan atau mendustakannya, kecuali ada dalil yang menguatkan atau melemahkannya.
2. Ada Unsur Kemungkaran: Imam Ibnu Katsir dengan tegas mengatakan ada hal yang "mungkar" (ditolak) dalam riwayat ini. Sanad (mata rantai periwayatan) kisah ini TIDAK SHAHIH.
Kesimpulannya: Kisah Nabi Idris bertemu dan "dikejar" Malaikat Maut di langit keempat adalah kisah yang LEMAH (Dha'if) dan TIDAK BISA DIPEGANG sebagai keyakinan atau kisah yang pasti.
Lalu, Apa Makna Sebenarnya dari "Diangkat ke Martabat yang Tinggi"?
Nah, setelah kita tahu bahwa kisah populer itu lemah, kita kembali tanya, terus makna sebenarnya apa dong?
Para ulama tafsir memberikan beberapa penafsiran yang lebih kuat dan selamat:
1. Diangkat Derajatnya di Surga. Ini seperti janji Allah bagi orang-orang beriman. Sebagaimana firman-Nya:
وَمَن يَأۡتِهِۦ مُؤۡمِنٗا قَدۡ عَمِلَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلدَّرَجَٰتُ ٱلۡعُلَىٰ
"Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, dan telah mengerjakan kebajikan, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh derajat yang tinggi." (QS. Thaha: 75)
2. Diangkat Namanya dan Dikenang Selamanya. Lihat saja, hingga detik ini kita sedang membahas dan mengenang beliau. Itu adalah bentuk pengangkatan martabat.
3. Diangkat Secara Fisik ke Langit? Meskipun kisahnya lemah, sebagian ulama berpendapat kemungkinan itu ada, karena Allah Maha Kuasa. Nabi Isa ‘alaihissalam pun diangkat oleh Allah ke langit. Tapi, karena tidak ada dalil yang shahih dan tegas dari Al-Qur'an atau Sunnah yang menyatakan hal ini untuk Nabi Idris, maka kita tidak boleh mengimaninya secara pasti. Kita serahkan ilmunya kepada Allah. "Wallahu a'lam" (Allah yang Maha Tahu) adalah sebaik-baik jawaban.
Pesan Moral yang Bisa Kita Petik
Dari sekilas profil Nabi Idris ‘alaihissalam, ada banyak banget pelajaran berharga:
1. Jadilah Shiddiq (Super Jujur). Dalam hal apa pun. Jujur dalam belajar, jujur dalam bekerja, jujur dalam bermedia sosial. Kejujuran adalah modal utama buat naik level di hidup dan di akhirat.
2. Cinta Ilmu Sejak Dulu. Nabi Idris adalah bukti bahwa Islam mendorong umatnya untuk melek ilmu, baik ilmu agama ataupun ilmu dunia. Jangan jadi generasi yang malas baca dan malas nulis!
3. Ibadah itu Keren, Bukan Kewajiban yang Memberatkan. Semangat Nabi Idris dalam beramal harusnya bikin kita malu. Dia yang sudah dijamin setara dengan amal seluruh manusia aja masih pengin nambah, masa kita yang amalnya masih seupil malas-malasan?
4. Hati-hati Sama Hoax dan Kisah-kisah "Viral" yang Lemah. Seperti kita analisis tadi, nggak semua yang "katanya" kisah Nabi itu valid. Jadi, harus kritis dan cek sumbernya. Jangan asal share cerita yang beredar di grup WhatsApp tanpa filter.
Sebagai penutup, mari kita renungkan nasihat emas dari Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab "Miftahu Daris Sa'adah":
مَنْ أَرَادَ الْعِلْمَ فَلْيُبْحِرْ فِي أُصُولِهِ ، فَإِنَّهُ أَسْرَعُ لِوَصُولِهِ
"Barangsiapa yang menginginkan ilmu, hendaklah ia menyelam ke dalam sumber-sumber aslinya (Al-Qur'an dan Sunnah), karena itu adalah jalan tercepat untuk mencapainya."
Jadi, kalau pengin dapat ilmu yang valid dan nggak salah paham, yuk kita giat belajar langsung dari sumbernya yang terpercaya!
Gimana, Sobat? Semoga dengan mengenal Nabi Idris ‘alaihissalam, kita jadi lebih termotivasi untuk jadi pribadi yang shiddiq, cerdas, dan rajin beramal. Jangan lupa share artikel ini biar temen-temen yang lain juga pada tahu kebenarannya, jangan cuma tau kisah yang lemahnya aja!
Sampaikanlah ilmu, karena berbagi itu ibadah.
---
Sumber Tulisan:
·Tafsir Ibnu Katsir.
· Al-Bidayah wan Nihayah.

Posting Komentar
Semoga dari diskusi lahir ilmu yang berkah 🌿