Bismillah...
Pernah nggak sih, lagi scroll timeline medsos, terus nemu konten yang ngingetin buat baca Qur'an atau belajar sesuatu yang bermanfaat? Lalu apa respon pertama di hati kamu? Biasanya nih, ada suara kecil yang bisikin:
- "Nanti aja deh, lagi enak-enaknya nih scroll."
- "Iya, ntar malem aku kerjain."
- "Ah, besok masih ada waktu kok."
- "Semoga besok aku sempat."
Waduh, kalau kamu sering banget ngomong atau mikir gini dalam hati, WE ARE IN THE SAME BOAT, BRO! Tapi, jangan dianggap remeh. Kata-kata kayak gini ternyata ibarat pohon beracun yang ditanamin sendiri di kebun hati kita. Nggak percaya? Yuk, simak curhat dari seorang ulama besar, Ibnul Qayyim rahimahullah.
Beliau bilang:
"Kata-kata seperti 'saya akan melakukannya', 'nanti akan saya kerjakan', 'mungkin saja saya lakukan nanti', 'semoga akan saya lakukan' — ini semua adalah kata-kata yang menunjukkan kemalasan dan menunda-nunda. Kata-kata seperti ini sangat memberi kemudhorotan (bahaya) kepada seorang hamba. Kata-kata ini merupakan sebuah pohon yang buahnya adalah kerugian dan penyesalan-penyesalan."
(Madaarijus Saalikiin, 1/470)
Nah, lho! Langsung ditampar sama kata-kata beliau. Pohon yang buahnya cuma ada dua: RUGI dan NYESEL. Siapa coba yang mau nanem pohon kayak gitu? Tapi tanpa sadar, kita malah rajin nyiramin tiap hari. Yuk, kita bedah lebih dalam pohon beracun ini!
Mengulik Akar Masalah: Si "Nanti" dan "Besok" yang Menipu
Sebenarnya, apa sih yang bikin kita doyan banget menunda-nunda? Psikologi bilang ini namanya procrastination. Tapi dalam Islam, ini lebih dalam dari sekadar masalah manajemen waktu. Ini masalah hati. Ini tentang tipu daya setan dan kelalaian kita terhadap janji kita dengan Allah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala sudah mengingatkan kita dalam Al-Qur'an:
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."
(QS. Al-Anfal [8]: 46)
Ketika kita menunda-nunda ketaatan, itu adalah bentuk 'perselisihan' antara apa yang diperintahkan hati (untuk taat) dan apa yang dilakukan tubuh (untuk bersantai). Akibatnya? Kita jadi fasyal (lemah, gentar, mental down) dan kekuatan kita—baik fisik, waktu, maupun semangat—hilang percuma.
Hadits Nabi yang Bikin Merinding: Penyesalan di Hari Akhir
Nabi Muhammad ﷺ juga sudah memperingatkan kita lewat hadits yang super jelas. Coba deh renungkan hadits ini:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغُلِكَ وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ "
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa fakirmu, waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, dan hidupmu sebelum datang matimu."
(HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, beliau mensahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi. Hadits ini memiliki penguat dan derajatnya hasan. Lihat Shahih Al-Jami' no. 1077).
Bayangin, kita punya modal gratis dari Allah: muda, sehat, punya waktu, punya kesempatan. Tapi kita sering banget nundain buat memanfaatkannya. "Ah, nanti aja kalau udah tua, lebih khusyuk." Eits, jangan salah! Justru di masa mudalah amal kita ditimbang. Nanti ketika tua, tenaga udah nggak ada, sakit-sakitan, baru deh kita NYESEL BANGET. Itu namanya memanen buah dari pohon "nanti" yang kita tanam.
Anatomi Pohon Kerugian: Dari Akar Sampai Buahnya
Mari kita lihat seperti apa struktur pohon beracun ini, biar kita bisa mencabutnya sampai ke akar-akarnya.
Akar: Rasa Malas (Al-Kasal) dan Panjang Angan-angan (Thulul Amal)
Dua ini adalah akar utamanya. Malas adalah penyakit hati yang bikin kita berat melakukan kebaikan. Sementara panjang angan-angan adalah ilusi bahwa kita punya waktu yang sangat lama di dunia. Padahal, umur kita cuma sebentar. Allah berfirman:
وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْيَةَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), 'Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.'"
(QS. Al-Munafiqun [63]: 10)
Ini nih gambaran penyesalan di akhirat. "Tuhan, tolong tambahin umur aku sedikiiit lagi, pasti aku akan berbuat baik!" Tapi, sorry not sorry, penyesalan di akhirat sudah tidak ada gunanya lagi.
Batang & Dahan: Kata-Kata Penunda
Ini adalah manifestasi dari akarnya. Kata-kata yang disebutkan Ibnul Qayyim tadi:
- "Saya akan melakukannya" (Tanpa kepastian)
- "Nanti akan saya kerjakan" (Menunggu waktu yang tidak jelas)
- "Mungkin saja saya lakukan nanti" (Penuh keraguan)
- "Semoga akan saya lakukan" (Pasrah tanpa ikhtiar)
Kata-kata ini menguatkan batang dan dahan pohon kerugian, membuatnya semakin kokoh.
Daun: Aktivitas Yang Melalaikan
Daunnya adalah segala aktivitas yang kita anggap lebih penting dari ketaatan. Nge-scroll medsos berjam-jam, main game sampe lupa waktu, atau sekadar "rebahan" tanpa tujuan yang jelas. Daun-daun ini menutupi cahaya hidayah yang seharusnya menyinari hati kita.
Buah: Kerugian & Penyesalan (Al-Khusran wa Nadam)
Inilah hasil akhirnya. Kerugian di dunia karena waktu terbuang, peluang ibadah hilang, dan ilmu yang tidak didapat. Kerugian di akhirat lebih dahsyat lagi: penyesalan yang dalam, hisab yang berat, dan jauh dari rahmat Allah. Na'udzubillah.
Detox Hati: Gimana Sih Caranya Mencabut Pohon Beracun Ini?
Jangan panik! Allah nggak akan ngasih ujian di luar kemampuan kita, termasuk buat melawan penyakit "nanti-nanti" ini. Here are some tips yang bisa kita coba bareng-bareng:
1. The 5-Second Rule ala Muslim
Begitu ada ide atau dorongan untuk berbuat baik (shalat, baca Qur'an, bantu orang tua), segera LAKUKAN dalam 5 detik. Jangan dikasih jeda buat mikir. Karena setan akan masuk lewat celah jeda itu. Nabi ﷺ bersabda:
إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَشَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
"...lakukanlah (amal-amal kalian) dan jangan sampai kalian bertangguh-tangguh (sehingga kalian berkata): 'Aku nanti akan mengerjakan ini dan itu' (karena) kelak (di akhirat) yang akan membinasakan kalian adalah penundaan kalian (dalam beramal)."
(HR. Muslim no. 128) - Makna ini tercakup dalam hadits panjang tentang wasiat Nabi.
2. Mindset "Aku Bisa Mati Kapan Saja"
Ini bukan mindset yang negatif, justru ini realistic dan islamic. Dengan menyadari bahwa kematian bisa datang kapan saja, kita akan lebih termotivasi untuk beramal sekarang juga. Jangan tunggu sampai jadi trending dulu.
3. Break Down into Small Steps
Kadang kita menunda karena merasa tugasnya terlalu berat. "Aduh, baca Qur'an 1 juz lama banget." Coba breakdown: "Oke, aku baca 1 halaman dulu, 5 menit selesai." Setelah itu, lanjut lagi. Nggak usah sekaligus, yang penting konsisten. Kata pepatah arab: "Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit." Bukit pahala, tentunya!
4. Cari Sahabat yang Baik (Shalih People)
Bergaul dengan orang-orang yang rajin dan semangat beribadah itu kayak punya personal trainer rohani. Mereka akan mengingatkan kita dengan lembut kalau kita mulai kecebur lagi dalam kubangan "nanti-nanti".
Penutup: Jangan Tanam Pohon Penyesalan, Tanamlah Pohon Kurma!
Sobat, hidup kita cuma sekali. Jangan sampai kita menghabiskannya dengan menanam pohon yang buahnya cuma penyesalan. Ibnul Qayyim sudah kasih warning, Al-Qur'an dan Hadits sudah kasih reminder. Sekarang, tindak lanjutnya ada di tangan kita.
Mari ganti kata-kata penunda itu dengan:
- Dari "Nanti aku shalat" menjadi "Ayo shalat, Allah panggil nih!"
- Dari "Besok aku ngaji" menjadi "Yuk, buka Qur'an sekarang, 5 ayat aja dulu!"
- Dari "Semoga aku bisa sedekah" menjadi "Ini ada receh, langsung aja masukin kotak amal!"
Gimana, siap buat cabut pohon beracun dan ganti nanem pohon kurma yang berbuah manis? Ayo mulai SEKARANG. Jangan NT (Nanti-Tapi)! Karena "nanti" adalah waktu favoritnya setan.
Semoga artikel ini bermanfaat. Jangan lupa di-share ke temen-temen yang lain biar pada sadar dan kita bisa saling mengingatkan. Barakallahu fiikum!
#StopNantiNanti #HijrahSekarangJuga #PohonPenyesalan
