![]() |
| Uang sedikit tak menghalangi keberkahan. Barokah adalah karunia dari Allah |
Khutbah Pertama:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Ta'ala, yang telah memberikan kita rezeki, baik yang banyak maupun yang sedikit. Shalawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, teladan terbaik dalam hidup, yang menjalani hidup dengan kesederhanaan namun penuh keberkahan.
Pada kesempatan ini, izinkan khatib mengajak kita semua untuk merenungkan satu konsep yang sangat mendalam dalam Islam, yang seringkali bertolak belakang dengan ukuran dunia: bagaimana rezeki yang sedikit bisa membawa berkah yang besar.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Di zaman ini, kita sering diukur dengan seberapa banyak harta yang kita miliki, seberapa tinggi gaji kita, seberapa mewah rumah dan kendaraan kita. Standar kesuksesan duniawi seolah hanya berpatokan pada angka dan jumlah. Jika sedikit, dianggap kurang beruntung. Jika banyak, dianggap sukses.
Namun, Islam datang dengan konsep yang menyejukkan dan menenteramkan hati: Al-Barakah atau keberkahan. Keberkahan itu bukan tentang banyaknya jumlah, tetapi tentang kualitas dan dampaknya. Harta yang sedikit tapi berkah, akan terasa cukup, membawa ketenangan, mendatangkan kebaikan, dan menjadi jalan untuk taat kepada Allah. Sebaliknya, harta yang banyak tapi tak berkah, akan terasa sempit, selalu kurang, mendatangkan kecemasan, dan sering menjauhkan kita dari Allah.
Allah berfirman:
وَلَا
تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ
زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ
خَيْرٌ وَأَبْقَى
"Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami
berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan
dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhanmu adalah
lebih baik dan lebih kekal." Surah Thaha: 131
Rasulullah ﷺ bersabda:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ، وَرُزِقَ كَفَافًا، وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ
وفي
رواية: مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي
جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
"Sungguh beruntung orang yang masuk Islam,
diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya qana'ah (merasa puas)
dengan apa yang diberikan-Nya."
(Dalam
riwayat lain: "Barangsiapa di antara kalian pada pagi hari merasa aman
dalam rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu,
maka seolah-olah dunia telah dikumpulkan untuknya.")
Jamaah Jumat yang mulia,
Bagaimana agar harta yang sedikit menjadi berkah?
Pertama, Bersumber dari yang Halal.
Inilah syarat mutlak. Setiap rupiah, setiap butir nasi, yang masuk ke dalam tubuh dan rumah kita harus bersih dari syubhat apalagi haram. Harta haram, meski sebanyak gunung, akan menjadi api neraka di akhirat dan menjadi penyakit di dunia. Ia menghilangkan keberkahan, menghalangi doa, dan merusak hati. Harta halal, meski sedikit, akan diberkahi Allah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.”
Kedua, Disyukuri.
Bersyukur adalah kunci utama memperbesar keberkahan.
Allah berjanji:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan tambahkan (nikmat) kepadamu." (QS. Ibrahim: 7).
Penambahan ini bisa berbentuk bertambahnya kuantitas, tetapi lebih sering berupa bertambahnya kualitas: hati yang qana’ah (merasa cukup), tubuh yang sehat untuk menikmatinya, keluarga yang harmonis, dan ketenangan jiwa. Uang sejuta rupiah di tangan orang yang bersyukur, akan terasa lebih bermakna dan cukup daripada uang sepuluh juta di tangan yang selalu mengeluh.
Ketiga, Dibelanjakan di Jalan yang Benar.
Keberkahan harta itu ada pada pengeluarannya. Infak, sedekah, zakat, menafkahi keluarga, membantu kerabat, dan menolong orang lain adalah CARA ALLAH MELIPATGANDAKAN & MEMBERKAHI harta kita. Memberi justru tidak akan membuat kita miskin. Ia adalah investasi akhirat yang sekaligus membersihkan dan mengembangkan harta di dunia.
Lihatlah janji Allah: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki...” (QS. Al-Baqarah: 261).
Keempat, Diringi dengan Keikhlasan dan Tawakal.
Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, tetapi sadarlah bahwa pemberi rezeki adalah Allah. Hasil akhir, berapa pun yang kita dapatkan, serahkan kepada-Nya. Hati yang ikhlas dan tawakal akan membuat kita tenang. Harta sedikit yang didapat dengan ikhlas dan disertai tawakal, akan terasa lapang dan membawa ketenteraman.
Kelima, Hidup Sederhana dan Tidak Berfoya-foya.
Berkah itu hilang ketika kita hidup boros (israf) dan berlebihan (tabdzir). Makan secukupnya, pakai secukupnya, belanja sesuai kebutuhan. Inilah sunnah Nabi. Sederhana bukan berarti miskin atau pelit, tetapi tepat guna dan tidak bermewah-mewah di luar batas. Dengan hidup sederhana, harta yang sedikit pun akan mencukupi kebutuhan hakiki kita.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ
هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ
Khutbah Kedua:
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Mari kita lihat teladan dari kehidupan Nabi SAW dan para sahabat. Nabi meninggalkan dunia tidak dengan meninggalkan harta yang banyak. Aisyah RA berkata, “Beliau tidak pernah kenyang makan roti gandum dua hari berturut-turut.” Namun, lihatlah betapa berkah hidup beliau! Beliau mampu memberi, menafkahi banyak keluarga, dan menjadi sumber kebaikan bagi seluruh alam.
Begitu pula Abu Bakar Ash-Shiddiq , yang membawa seluruh hartanya untuk jihad fi sabilillah. Umar bertanya, “Apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu?” Ia menjawab, “Aku tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya.” Inilah keyakinan bahwa keberkahan dan jaminan rezeki ada di tangan Allah, bukan pada banyaknya simpanan.
Maka, jamaah sekalian,
Jangan pernah kecil hati dengan rezeki yang kita terima hari ini, yang mungkin di mata manusia terlihat sedikit. Jangan iri melihat orang lain yang mungkin bergelimang harta. Tugas kita adalah memastikan bahwa apa yang kita miliki adalah HALAL, DISYUKURI, DAN DISALURKAN DI JALAN YANG DIA RIDHAI.
Ukuran kesuksesan seorang muslim bukan pada angka di rekening bank, tetapi pada:
1. Seberapa berkah harta itu dalam menunjang ketaatan.
2. Seberapa banyak kebaikan yang bisa disebarkan melalui harta itu.
3. Seberapa tenang hati pemiliknya dengan ketetapan Allah.
4. Seberapa besar manfaat harta itu bagi orang lain.
Marilah kita berdoa agar Allah menjadikan rezeki kita berkah, mencukupkan kita dengan yang halal, dan menjauhkan kita dari yang haram. Agar kita diberi sifat qana’ah dan selalu bersyukur. Agar harta yang sedikit ini menjadi sebab kita dekat kepada-Nya, bukan sebab kita lalai.
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا حَلَالًا طَيِّبًا، وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الشَّاكِرِينَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Semoga khutbah ini membawa manfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua.
