![]() |
| Persiapan Ramadhan bukan cuma fisik, tapi juga bekal amal untuk akhirat. |
KHUTBAH PERTAMA
Pembukaan: Mukadimah
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَهْدِيهِ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْدُ أَنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللَّهِ! أُوصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
Menyambut Tamu Agung: Ramadhan
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,
Beberapa hari lagi, kita akan menyambut satu tamu agung. Tamu yang dinantikan oleh setiap jiwa yang beriman. Ia datang membawa rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api Neraka. Dialah bulan Ramadhan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan atas kalian puasa di dalamnya. Pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka Jahannam ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Barangsiapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia telah dihalangi.”(Hadits Shahih Riwayat Ahmad dan An-Nasa’i).
Ramadhan adalah madrasah imaniyah. Di dalamnya, kita dilatih untuk bertaqwa. Latihan menahan lapar, dahaga, dan syahwat. Latihan memperbanyak tilawah, shadaqah, qiyamullail, dan dzikir. Ini adalah simulasi kehidupan. Sebab, hakikat hidup di dunia adalah ujian dan latihan untuk sebuah pertemuan abadi di akhirat.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Jika ada seorang pedagang, yang bekerja keras sepanjang tahun. Menghitung modal, mengelola barang, melayani pelanggan, dan berusaha mencari keuntungan. Lalu, datanglah momen penutupan buku akhir tahun. Semua transaksi dihitung. Laba dan rugu dianalisa. Apakah ia untung atau rugi dan malah bangkrut?
Ramadhan, wahai para jamaah sekalian, adalah seperti momen persiapan menuju penutupan buku akhirat itu. Ia adalah bulan di mana kita diberikan modal berlipat. Pahala dilipatgandakan, ampunan diobral, dan rahmat dicurahkan. Ini adalah kesempatan kita untuk mengumpulkan modal pahala sebanyak-banyaknya sebelum kita menghadapi hari perhitungan.
Namun, ada sebuah peringatan keras dari Rasulullah ﷺ. Sebuah hadits yang menggambarkan kengerian pada suatu hari dimana harta, tahta, dan keturunan tidak lagi berguna, kecuali amal shalih yang kita bawa.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ؟ قَالُوا: الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ. فَقَالَ: إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ
“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?”Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki barang.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari Kiamat dengan membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat. Namun (di dunia) dia pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, menumpahkan darah itu, dan memukul ini. Maka, kebaikan-kebaikannya (pahala) akan diberikan kepada orang-orang ini dan itu. Jika kebaikannya telah habis sebelum terlunasi segala tuntutan (dosa) atasnya, maka diambillah kesalahan-kesalahan (dosa) mereka (yang ia zalimi) lalu ditimpakan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke dalam Neraka.” (HR. Muslim)
Penjelasan Hadits dan Peringatan
1. Pertanyaan Menggugah: Rasulullah ﷺ memulai dengan pertanyaan, “Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?” Ini adalah metode pengajaran terbaik. Beliau mengajak kita berpikir. Para sahabat, dengan pemahaman duniawi, menjawab: orang yang kehilangan harta. Namun, Nabi ﷺ membawa pemahaman kita kepada hakikat kebangkrutan yang sesungguhnya: kebangkrutan di akhirat.
2. Ironi yang Mengerikan: Sang “pedagang” datang di hari Kiamat dengan modal yang tampak berlimpah: catatan shalat, puasa, zakat, haji, tilawah, dan berbagai amal shaleh lainnya. Ia merasa optimis, ia merasa selamat. Inilah bahayanya ‘ujub (bangga diri) dan ghurur (tertipu) oleh amal.
3. Dosa yang Menghancurkan Modal : Namun, ternyata dalam catatan kehidupannya terselip dosa-dosa sosial yang ia remehkan:
· Mencaci dan Menuduh Orang Lain : Ghibah, namimah, adu domba, menghina, mengejek, mencaci maki, menuduh tanpa bukti.
· Memakan Harta Orang Lain : Riba, korupsi, menipu, khianati harta orang, tidak membayar hutang, upah pekerja yang ditahan, jual beli yang tidak jujur.
· Menumpahkan Darah dan Memukul: Kedzaliman fisik, menyakiti muslim lainnya baik dengan tangan, lisan, atau bahkan dengan pandangan dan sikap yang merendahkan.
4. Mekanisme Peradilan yang Adil: Di Mahkamah Allah yang Maha Adil, keadilan mutlak ditegakkan. Pahala orang tersebut diambil paksa dan diberikan kepada orang-orang yang ia zalimi. Ini adalah bentuk kompensasi. Bayangkan, pahala puasa sunnahnya diberikan kepada si A yang ia caci. Pahala sedekahnya diberikan kepada si B yang hartanya ia makan. Pahala hajinya diberikan kepada si C yang ia sakiti.
5. Puncak Kebangkrutan: Lalu, “Jika kebaikannya telah habis sebelum terlunasi segala tuntutan atasnya…” Inilah puncak tragedi. Modal pahala yang ia kumpulkan selama hidup ternyata tidak cukup untuk membayar semua hutang dosa kepada sesama manusia. Maka, dosa-dosa orang yang ia zalimi diambil dan ditimpakan kepadanya. Ia tidak hanya bangkrut, tetapi juga menanggung beban dosa orang lain. Akhirnya, “Kemudian dia dilemparkan ke dalam Neraka.”
Peringatan untuk Ramadhan dan Setelahnya
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Inilah pelajaran terbesar dari hadits Al-Muflis. Ramadhan adalah bulan untuk mengumpulkan pahala, tetapi juga bulan untuk membersihkan diri dari dosa, terutama dosa kepada sesama.
Jangan sampai kita puasa seharian, tetapi lisannya masih mencaci. Kita bangun tahajjud, tetapi mata dan hati masih memandang rendah saudaranya. Kita infakkan harta, tetapi ada bagian harta haram atau hak orang lain yang belum kita kembalikan.
Ramadhan mengajarkan kita kepekaan sosial. Laparnya orang berpuasa mengingatkannya pada laparnya fakir miskin. Inilah saatnya:
· Menyambung silaturahim yang terputus.
· Meminta maaf kepada orang yang kita sakiti.
· Mengembalikan hak-hak kepada pemiliknya.
· Menjaga lisan dari ghibah, dusta, dan cacian.
· Menjaga hati dari dendam, hasad, dan sombong.
Karena modal pahala Ramadhan yang kita kumpulkan harus kita lindungi. Jangan sampai ia habis terkuras untuk membayar hutang-hutang dosa kita kepada manusia.
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada Ramadhan.” Dan jadikanlah Ramadhan tahun ini sebagai titik tolak untuk memperbaiki hubungan dengan-Mu, ya Allah, dan dengan seluruh makhluk-Mu.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِهِ وَرَسُوْلِهِ وَصَفِيِّهِ وَحَبِيْبِهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
أَمَّا بَعْدُ:
يَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ وَتَعَاظَمُوا حَقَّهُ، وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ وَأَنَّكُمْ وَاقِفُونَ بَيْنَ يَدَيْهِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى.
Jamaah Jum’at yang berbahagia,
Supaya di akhirat tidak menjadi orang yang bangkrut maka mumpung masih di dunia, mintalah pembebasan dari tuntutan hukuman (dimaafkan) dari suatu kezhaliman di dunia ini lebih baik dari pembalasan kezhaliman tersebut di akhirat nanti.
Nabi ﷺ bersabda,
مَن كانت لِأَخِيه عنده مَظْلِمَةٌ من عِرْضٍ أو مالٍ، فَلْيَتَحَلَّلْه اليومَ، قبل أن يُؤْخَذَ منه يومَ لا دينارَ ولا دِرْهَمَ
“Siapa saja yang pernah melakukan kezhaliman terhadap saudaranya dalam masalah kehormatan atau harta, maka hendaklah dia meminta saudaranya tersebut untuk memaafkannya pada hari ini, sebelum diambil dari dirinya pada hari tidak ada dinar dan dirham.
(Riwayat al-Bukhari dan Muslim)
Dan persiapkanlah diri,jiwa, dan keluarga kita untuk menyambut Ramadhan.
· Persiapkan ilmu dengan mempelajari fiqh puasa, zakat, dan shalat tarawih.
· Persiapkan hati dengan taubat nasuha dan membersihkan diri dari penyakit-pembawa kebangkrutan.
· Persiapkan harta dengan menabung untuk infak, sedekah, dan zakat fitrah.
· Perbanyaklah doa: “Allahumma ballighna Ramadhan” (Ya Allah, sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan).
وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى نَبِيِّكُمْ كَمَا أَمَرَكُمُ اللَّهُ بِذَلِكَ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَنَا وَأَحْوَالَ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اللَّهُمَّ فَرِّجْ هُمُومَنَا، وَاكْشِفْ غُمَّاتَنَا، وَارْحَمْ ضَعْفَنَا، وَاقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ، وَاجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً.
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا شَهْرَ رَمَضَانَ وَأَعِنَّا عَلَى صِيَامِهِ وَقِيَامِهِ، وَتَقَبَّلْهُ مِنَّا، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَ لِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللَّهِ: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.


Posting Komentar
Semoga dari diskusi lahir ilmu yang berkah 🌿